Bersepeda ke Puncak Geredai


Sudah cukup lama gak berkunjung ke tempat ini, mungkin terakhir waktu bulan puasa tahun kemarin. Tempat ini selalu dijadikan sebagai spot favorit buat menikmati gagahnya panorama gunung Pesagi semenjak duduk di bangku SMA.. tempat bolos dari pelajaran Kimia dan Fisika juga malah, hahaha

Setelah 1 semester disibuki dengan perkuliahan, akhirnya, selesai ujian bisa langsung pulang ke kota kecil yang dingin tercinta, Liwa dengan menaiki bis legend Usaha Muda sekaligus membawa sepeda lipat yang biasa menemani saya berkongkow-kongkow-ria selama tinggal di Bandar Lampung.

Puncak Geredai atau sebenarnya memiliki nama asli Bawang Bakung adalah sebuah bukit yang berada di dekat pekon tuha (desa tua) Negeri Ratu, Kembahang Tuha, Batu Brak. Nama Puncak Geredai itu pun sebenarnya diberi oleh Bang Fendi sendiri karena ialah yang pertama kali menemukan tempat ciamik ini.

Mengapa ciamik? Dari puncak bukit ini kita bisa melihat hamparan hijau pepohonan dan gagahnya Puncak Pesagi hingga keseluruhan wilayah Liwa, Batu Brak sampai ke Batu ketulis tanpa terhalang apapun. Keindahan anorama yang bisa kita nikmati ini pun bisa bertambah berkali-kali lipat keindahannya bila kita mendatangi tempat ini di waktu subuh saat matahari akan terbit. Bila beruntung, kabut tebal menyelimuti seantero panorama hingga hanya ujung atas pohonnya saja yang terlihat.

Minggu ini, bersama teman sesama penghobi fotografi, kami bersepeda menuju ke puncak Geredai.

Berikut foto-foto yang saya dapat:

Mtb (Mari tuntun bersama)
Hujan membasahi Pesagi, dan mendung menutupinya.
Mengabadikan panorama
Foto sepeda
Sepedaku di depan rumah panggung khas Lampung.
Cloning Bang Fendiaspara.
Barisan rumah panggung khas Lampung

Komentar

Postingan Populer