Senin, 10 Februari 2014

Bersepeda ke Danau Ranau-nya Sumatera Selatan


Setelah beberapa hari berlibur di rumah dan sengaja membawa sepeda lipat kesayangan pulang, akhirnya rencana yang pernah kami bicarakan bersama bang Eka Fendiaspara tempo hari terwujud, yakni bersepeda dari Liwa sampai ke sebuah kota kecil di tepi danau Ranau, yaitu Banding Agung yang secara administratif berada dalam wilayah kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Lebih kurang 60 km untuk rute perbukitan.

Dengan mengajak 2 sepupu saya yang juga nekat-nekatan itu, yakni Raja Siregar dan Dikso Siburian, kami pun berangkat pada hari Minggu, 9 Februari 2014.

Bagi saya, selalu menjadi lebih menyenangkan bila bisa bersepeda dengan teman-teman yang pada hari-harinya jarang atau bahkan tidak pernah biasa bersepeda, di samping jadi harus bersepeda dengan ritme yang cukup santai, kami pun jadi puas untuk menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan menuju destinasi kami dari kearifan lokal warganya, kebun sayur, pesawahan hingga danau Ranau-nya.

Meski di awal perjalanan ban sepeda saya tiba-tiba pecah karena ternyata ban saya sudah gundul. Hahaha, saya memang agak malas untuk mengkontrol sepeda. Sejam kelar, perjalanan pun kami lanjutkan dan banyak berhenti karena capek di perjalanan, akhirnya kami pun tiba di Banding Agung sekitar jam 3 sore.
Berikut foto-fotonya:

Selfie dululah pakai tongsis barunya Bang Fendi, ciee hadiah lomba instagram.
Bang Fendi yang masih semangat nanjak.
Refleksi di kacamata bang Fendi.
Pesawahan di daerah kecamatan Sukau, Lampung Barat.
Pesawahan Kuta Batu yang segera musim tanam.
Palembang 321 km, Simpang Sender 12 km lagi.
Istirahat lagi.
Kantor Kecamatan Warkuk dengan latar belakang gunung Seminung
Menjemur padi
Hunting foto
Foto bersama pemilik sawah
Sawah terasering di desa Pila
Melanjutkan perjalanan lagi.
Tepar, bro!
Foto bersama kawan-kawan Pemuda OKU Selatan (Posela) di dermaga I, Banding Agung.
Bang Fatin, yang menemani kami bersepeda dari Simpang Sender sampai Banding Agung
Selfie lagi!
We did it!!

Selasa, 04 Februari 2014

Air Terjun Manduriang di Hari Imlek


Imlek di Liwa hujan turun dengan awetnya. Dinginnya udara Liwa sudah menjadi semakin dingin karena hujan, orang-orang pun malas keluar rumah. Mungkin di dalam rumah mereka sudah menyeduh kopi atau teh lalu menonton sajian berita dalam tv selinggoman piyu.

Bang Gun: "Biar foto yang bicara."
Ah, tapi pagi itu aku ada janji sama Bang Gun dan Bang Fendi. Mereka berdua mengajakku pergi berburu foto ke sebuah air terjun di provinsi sebelah. Namanya adalah Air Terjun Manduriang. Dijemput dengan menaiki sedan bang Gun, kami pun meluncur ke rumah kawan yang ada di dekat sana. Sampai sana hujan berhenti. Reda.

Di bawah air terjun Manduriang
Air terjun Manduriang adalah sebuah air terjun yang berada dekat dengan Simpang Sender, Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Air terjun ini bisa ditempuh sekitar setengah jam dari Simpang Sender menuju arah Muaradua dengan bermotor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni tebing kurang lebih 15 menit.

Papan peringatan yang dipasang kawan-kawan Simpang Sender
beberapa minggu lalu.
Bersama teman-teman pecinta fotografi yang menamai perkumpulan mereka: Lensa Seminung, kami pun tiba di sana.

Air terjun Manduriang