Senin, 23 Desember 2013

Menuju Pantai Sebalang


Sebelum kembali ke kota Liwa tercinta, aku berniat membuat sebuah perjalanan yang lumayan jauh tentu dengan bersepeda. Supaya seenggaknya, di penghujung tahun ini aku punya cerita yang bisa diceritakan dan tak terlalu mainstream, minimal tertulis di blog ini.

Cyling alone
Akhirnya aku meminta rekomendasi Rico Milano, si pioneer sepeda Lampung itu, dan terpilihlah pantai Sebalang sebagai destinasiku kali ini.

PLTU Tarahan
Pantai Sebalang berada di Tarahan, Katibung, Lampung Selatan. Aku pun menempuhnya sekitar kurang lebih 2 jam dari kota Bandar Lampung kemarin Senin, 23 Desember 2017.

Pulau Gunung Anak Krakatau di kejauhan
Dengan panduan Rico Milano via Whatsapp, akhirnya saya sampai juga pantai yang sepi dan berdebu ini. Hanya satu dua kendaraan saja yang melintas. Sepi sekali. Setelah puas beristirahat, sepeda ku kayuh kembali untuk mengeksplor bibir pantai ini hingga ke ujung.

Bisa lihat ombak
Ternyata selain pohon-pohonnya yang ku rasa cukup unik karena tumbuh dari bawah laut, pantai yang tenang ini berombak besar di ujung pantainya. Di sekitarnya terdapat kebun dan sawah warga. Dari pantai batu karang ini, terlihat penampakan gunung Anak Krakatau dengan jelas sekali. Akhirnya aku pernah lihat gunung legend itu. Yaaa walaupun jauh, it's okay lah.

Ombak kecil

Puas berleha-leha di bawah terik matahari dengan cipratan ombak yang menghajar karang, akhirnya pun ku kembali supaya bisa sampai di Bandar Lampung sebelum gelap. Dengan perasaan senang dan bangga, ternyata aku bisa mengalahkan diriku sendiri dalam hal pergi sepeda sendirian ke tempat yang belum pernah sama sekali dikunjungi. Walau akhirnya, sepatuku yang baru saja kalian lihat di postingan ini jebol di tengah perjalanan pulang.

Sepeda ku di atas batu karang

Jumat, 11 Oktober 2013

Pulau Buatan di Teluk Betung: Pulau Pasaran


Pulau Pasaran adalah sebuah pulau buatan yang berada di Kota Karang, Teluk Betung yang bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Tanjung Karang. Pulau Pasaran merupakan sentra pembuatan ikan asin di Bandar Lampung. Untuk ke pulau Pasaran sendiri bisa menyebrang menaiki perahu atau melewati jembatan yang baru rampung tahun ini. Sudah beberapa kali saya mengunjungi tempat ini dengan bersepeda, dan kali ini saya habiskan akhir pekan ke pulau Pasaran bersama teman kuliah.

Berikut foto-foto yang saya ambil di pulau Pasaran.
Pulau Pasaran

Kapal melintas #1
Bersepeda di jembatan
Kapal melintas #2
Kapal melintas #3
Bersandar
Segera menepi
Bersandar #2
Mantap!!

Minggu, 01 September 2013

Kutipan Romansa Komidi Putar


Kuberi tahu Kawan, rahasia romansa komidi putar adalah fisika sederhana: hukum gravitasi! Waktu komidi putar mencapai posisi empat puluh lima derajat dari porosnya, daya tarik bumi membuat mempelai dalam kurungan ayam tadi seperti akan terjungkal. A Ling histeris, takut campur manja, memeluk erat tanganku. Perasaanku melambung, melesat-lesat seperti merecon banting. gadis hokian itu menatapku mohon perlindungan dan aku jatuh cinta, sungguh jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Andrea Hirata (2007: 30)


Senin, 12 Agustus 2013

Pesta Topeng Sekura - 1434 H

Ini dia acara unik yang biasa digelar di Lampung Barat sehabis lebaran, yakni Pesta Sekura Cakak Buah. Pesta sekura adalah acara dimana orang-orang menggunakan topeng. Pesta sekura biasa diadakan di tiap pekon (kampung) secara begiliran. Topeng sekura bertujuan sebagai sarana silaturahmi dan untuk memeriahkan hari lebaran.

Sekura terdiri dari 2 macam, diantaranya:
Sekura Betik (indah) yang ditutup dengan kain panjang atau selindang miwang (kain khas Lampung Barat), berkacamata gelap, serta membawa pedang, bertugas menghibur penonton layaknya sang jawara. Pada jaman dulunya, jumlah kain yang dikenakan sekura adalah kain pinjaman dari muli-muli (gadis) yang ada dalam jukku/kebot adatnya. Di acara tertentu, sekura betik menampilkan tari Topeng Sekura.
Sekura Kamak (kotor) yang ditutup dengan topeng kayu dan tumbuh-tumbuhan atau barang-barang bekas sehingga berpenampilan kotor. Terkadang sekura kamak membawa alat musik tabuh hadra dan memainkannya. Sekura kamak berhak untuk memanjat buah (batang pinang) yang telah disediakan dan bekerja sama dengan sekura kamak lainnya untuk mencapai puncak.

Berikut foto-fotonya:

Bersiap-siap
Bersiap-siap #2
Sekura cilik
Sekura betik
Narsis
Narsis #2
Bersiap-siap #3
Untuk foto profil :D
Foto-foto sekura kamak:

Melet
Narsis
Yellow
Sekura tua
Panjat buah #1
Panjat buah #2

Kamis, 25 Juli 2013

Pagi, O Tao Toba!

Foto-foto di bawah ini diambil dari panatapan (tempat memandang) di atas Desa Galamolor, Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.




Senin, 22 Juli 2013

Wisata Aek janji




Aek Janji atau Air Terjun Janji adalah sebuah air terjun yang terletak di tepi danau Toba di desa Bakkara, Humbang Hasundutan.

Kamis, 18 Juli 2013

Tugu Persatuan Toga Siregar


Tugu Persatuan Toga Siregar adalah sebuah lambang persatuan marga Siregar sedunia yang dibangun di tepi danau Toba, Baribaniaek, Muara, Tapanuli Utara yang juga adalah bonapasogit (kampung halaman) marga Siregar. Perlu diketahui, Muara juga merupakan kampung halaman bagi keturunan marga Aritonang (Ompusunggu, Simaremare, Rajagukguk) dan Simatupang (Togatorop, Siburian, Sianturi). Konon, dalam proses pendiriannya membutuhkan persetujuan dan dukungan dari seluruh keturunan Marga Siregar Sedunia.

Pulau Sibandang
Menurut cerita, Toga Siregar sendiri adalah anak dari pasangan Raja Lontung dan Si Boru Parame yang notabene adalah ibunya Raja Lontung sendiri. Toga Siregar memiliki 6 abang yaitu: Toga Sinaga, Toga Situmorang, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang dan Toga Aritonang; dan 2 boru yang dianggap anak, yaitu marga Sihombing dan Simamora. Toga Siregar sendiri memiliki 4 orang anak, yakni Silo (dikenal juga sebagai Sormin), Dongoran, Silali (dikenal juga sebagai Ritonga) dan Siagian. Berdasarkan tarombo (silsilah) yang diajarkan oleh bapakku, aku lahir dari Siregar generasi ke 17, dari anaknya yang bungsu, Siagian.

Tugu Siregar

Seiring berjalannya waktu, banyak keturunan marga Siregar pergi berdiaspora ke segala penjuru, membuka lahan baru dan akhirnya mendirikan kampung seperti di Tarutung, Pematang Siantar, Padang Sidempuan dan Sipirok. Karena diaspora tersebut, tak sedikit dari keturunannya mengalami perubahan seperti halnya penggunaan marga atau sub-marga baru (contohnya marga Sormin dan Ritonga).


Kamu Siregar yang mana? Kami Siregar Siagian.

Mengunjungi Tugu Siregar sudah menjadi rutinitas kami sekeluarga yang hidup di tanah perantauan ketika sedang pulang ke bonapasogit kami di Dolok Martumbur, Muara. Selain cerita dan sejarahnya, Tugu Siregar didirikan di atas bukit yang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Bagi kami yang lahir di tanah perantauan, bisa mengunjungi tugu yang menjadi lambang persatuan marga kami adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena kami bisa tahu dan paham dari mana kami berasal. Di luar sana, masih banyak orang-orang Batak yang tak kenal, bahkan tak paham, dengan asal-usul atau identitas marganya.

Paomparan Siregar, sudah pernah ke tugu Siregar belum?

Action on Huta Ginjang

Duo Regar

Discuss something
Yihaa!!
Drink

JUMP!!
Arif Natanael Siregar
Feel flying
Arif on action 
Ikutan narsis