Sabtu, 09 Desember 2017

Menjemput Senja di Pantai Bahari Sebalang


Aku suka dengan hal-hal yang tak terencana. Entah kenapa, hal yang dilakukan tiba-tiba tanpa rencana lebih sering berjalan dengan baik dibandingkan hal-hal yang sudah direncanakan bahkan dari jauh-jauh hari.

Ditengah-tengah ilalang
Tumben-tumbennya cuaca hari Minggu lalu cerah ceria, padahal biasanya hari-hari di bulan yang berakhiran ember selalu diwarnai dengan hujan deras. Siang terik namun langit kota membiru, sayang sekali kalau dilewatkan. Setelah menamatkan semusim serial The Punisher seharian, pantai Bahari Sebalang pun ku jadikan tempat untuk menghabiskan akhir pekan. Menyendiri.

Piknik keluarga
Dibandingkan bersama teman, aku lebih suka bepergian sendirian. Banyak hal yang menguntungkan ketika kita sedang bepergian sendirian, misalnya bebas menentukan tujuan perjalanan, bebas berhenti dimana saja, bebas pulang kapan saja, bebas dari keluhan kawan, dan belajar berinteraksi dengan orang baru. Tentu, sebaik-baiknya suatu hal tetap ada kekurangannya juga. Tetapi, kalau sudah diperhitungkan dengan baik, kita bisa meminimalisir hal yang tak diinginkan, kan? 😀

Gembala sapi

Kolam yang terdapat di sekitar pembangkit. Barangkali ada buayanya.
Pantai Sebalang itu masuk dalam wilayah perbatasan Lampung Selatan dan Bandar Lampung. Hanya butuh waktu sejam untuk mencapainya dengan kendaraan bermotor.

Buka juga: Kali Pertama menuju Pantai Sebalang

Bagi kalangan pecinta fotografi di Bandar Lampung, pantai Sebalang selalu jadi pantai andalan untuk menikmati panorama matahari terbenam. Selain itu, pantai ini selalu menjadi favorit pengunjungnya karena masih cuma-cuma. Kalau hari biasa. Di akhir pekan, cukup bayar Rp 10.000, kita sudah bisa menelusuri panjangnya bibir pantai tersebut.

Sedang pasang
Ada banyak aktivitas yang bisa dilihat di sini. Mulai dari muda-mudi yang pelesiran entah datang dari mana, para pemuda desa yang bermain sepak bola, anak-anak penggembala ternak hingga truk-truk yang bongkar muat material menuju PLTU Tarahan.

Syahdu
Di pantai Sebalang terdapat banyak pohon-pohon yang tumbuh dari bawah laut. Ada juga beberapa spot yang ditumbuhi banyak pohon kelapa hingga mangrove. Setelah lama tak berkunjung, ternyata kawasan bakau dimanfaatkan menjadi sebuah ecopark. Sayang, kemarin tak sempat buat melihat-lihat ke dalamnya.

Lapangan sepakbola di pantai Sebalang

Pulang dari mengembala

Bersepeda di sore hari

Pohon-pohon laut di pantai Sebalang

Sisa-sisa surya