Rabu, 15 Oktober 2014

Bersepeda dan Berkemah di Teluk Kiluan

Di pantai Ketapang, dalam perjalanan ke teluk Kiluan

Kita mau Bike2Camp lagi nih, tik!
Kemana?
Teluk Kiluan!
Naik apa?
Gowes!
Leluangan (Gila)!!
Huahahaha..

Selain gajah dan pantai Tanjung Setia-nya, Lampung juga mulai dikenal dengan tempat yang bisa dikunjungi untuk melihat lumba-lumba, yakni teluk Kiluan. Sayangnya kemarin kami belum sempat buat melihatnya, hehe. Teluk Kiluan berada di kecamatan Kelumbayan, kabupaten Tanggamus, Lampung, kurang lebih 80 km dari kota Bandar Lampung.

Tak mudah untuk mengunjungi tempat ini. Selain jauh, untuk menuju tempat ini kita harus menempuh jalan yang rusak cukup parah, meski sudah mulai ada perbaikan jalan. Dan ini semakin sulit karena 2 teman saya menggunakan sepeda non suspensi, sepeda rigid.

Kali ini saya bersepeda ke sana bersama bang Firmansyah dan mas Bangun yang kebetulan baru saja mengganti sepeda mereka menjadi sepeda touring (Saya masih pakai sepeda MTB, hehe). Perjalanan kami mulai dari jam 5 pagi supaya tidak kesiangan dan sesekali beristirahat untuk kembali mengisi energi.

Setelah lama menempuh perjalanan dan terpaksa harus lama berteduh karena panasnya cuaca waktu itu, dan tiba di perkampungan Kiluan Negeri sekitar jam 2 siang. Kami pun langsung mencari kapal untuk bertolak ke pulau Kelapa untuk mendirikan tenda di sana.

Berikut foto-fotonya:

Bang Firmansyah, road-captain kami
Istirahat sejenak di pantai Klapa Rapet, Pesawaran
Narsis di Markas Komando Brigade Infanteri 3 Marinir, Piabung, Pesawaran
Bike2Campus
Karena jalan rusak, terpaksa dorong sepeda
Antusias murid SDN Punduh Pedada
Tanjakan sedang dalam perbaikan
Gapura teluk Kiluan
Sampai di pulau Kelapa
Selfie selfie pai, haha
Batu karang di pulau Kelapa
Pagi di Kiluan
Tenda kami
Bersepeda keliling pulau
Pulang, bersepeda di bawah bintang

Selasa, 02 September 2014

Tapis Carnival #KrakatauFest 2014

 

Tapis Carnival adalah acara puncak dalam acara tahunan provinsi Lampung, Festival Krakatau. Krakatau sendiri diambil dari nama pulau gunung aktif yang berada di selat Sunda yang pernah meletus dahsyat pada 26 Agustus 1883 silam. Sedangkan Tapis sendiri adalah kain tradisional khas Lampung yang disulam menggunakan benang emas.

Ini adalah tahun keempat Tapis Carnival diselenggarakan, dan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Tapis Carnival selalu menampilkan keanekaragaman yang menarik tentang adat budaya Lampung dari berbagai daerah di provinsi Lampung.

Ini bukan bagian dari acara, tetapi ada topeng monyet di sela pembukaan
Tapis Carnival

Penampilan tari Nini Thowok dari Yogyakarta

Muli-muli Lampung ber-Siger

Cepot juga ikut meramaikan Tapis Carnival

KOTA

Muli dari Pringsewu

Creative Fashion

Tapis Carnival

Tapis Carnival #2

Tapis Carnival #3

Tapis Carnival #4

Sekura raksasa.. Budaya asli Lampung Barat

Muli dari Liwa

Pengantin Lampung

Senin, 18 Agustus 2014

Mendaki Gunung Pesagi, Puncak Tertinggi Lampung

Masjid Bintang Mas dan Gunung Pesagi
 Salam lestari!

Setelah sekian lama lahir dan besar di tanah Lampung, akhirnya kesampaian juga buat mendaki puncak tertinggi di Lampung, gunung Pesagi. Gunung Pesagi (Gunung tak aktif 3,221 mdpl) adalah gunung tertinggi di provinsi Lampung yang terletak di kabupaten Lampung Barat (sekitar 1 jam dari kota Liwa via pekon Hujung, Belalau).

Setelah menyiapkan perlengkapan dan logistik yang dibutuhkan pada hari-hari sebelumnya, saya pun berangkat pagi jam 08.00, 16 Agustus bersama teman-teman mapala kampus: Wiwik, Aris dan Liana Tarigan menuju pos pertama. Untuk mencapai puncak Pesagi, kami pun mendakinya via desa Hujung, Belalau.

Setelah beberapa jam mendaki dengan lintasan yang cukup mudah, kami pun beristirahat di Pos IV yang juga merupakan tempat terakhir untuk mengambil air. Selesai beristirahat, kami pun melanjutkan pendakian. Jalur pendakian pun semakin berat, menanjak bahkan lebih curam. Kebanyakan lintasan yang kami lewati adalah akar pepohonan yang tertutup lumut serta pohon-pohon tumbang. Juga tak jarang kaki kami dihinggapi makhluk penghisap darah, pacet, hahaha.
"Take nothing but pictures. Leave nothing but footprints. Kill nothing but time."
Alhasil, setelah berjam-jam mendaki, kami pun sampai di puncak Pesagi, puncak tertinggi Lampung, pukul 16.30.

Kawan pendakian: Aris Abdullah, Wiwik Ariyanto dan Liana Tarigan
Top g. Pesagi
Mentari Indonesia yang ke 69 tahun
Narsis dulu :D
Upacara Memperingati Dirgahayu Indonesia ke 69 di puncak Pesagi
Bendera merah putih di puncak Pesagi
Menuruni curam
Pulang melintasi kebun kopi warga pekok Serungkuk
Desa Hujung dari gerbang rimba puncak Pesagi
Catatan: Untuk mencapai gunung Pesagi bisa dari pekon Sarhum, Bahway, Liwa dan pekon Serungkuk, Hujung, Kenali. Kurang lebih sekitar 6 jam perjalanan bisa di tempuh dari kota Bandar Lampung dengan menaiki bis jurusan kota Liwa (ada bis Sekala Brak, Usaha Muda, Ranau Wisata atau Parahiyangan - 50.000,-/orang) dari terminal bus Rajabasa.

Jumat, 15 Agustus 2014

Bersepeda dan Berkemah ke Pantai Klara


Haloha..
Ini kali pertama saya melewati hari lebaran di perantauan dan berkemah, hohoho.. seru bro!

Dermaga Pantai Klara di Pagi Hari


Kemah

Morning Fresh
Berawal dari ajakan kawan sepeda yang juga pemilik Burger Bakar Patty, bung Firmansyah buat gowes sambil kemah di tepi pantai, akhirnya pada hari lebaran ke-3 kami pun berangkat.

Mejeng, haha

Mejeng #2

Mejeng #3

Istirahat dulu
Awalnya kami berangkat dengan jumlah 4 orang, namun baru seperempat perjalanan, salah 1 kawan drop karena gak enak badan dan terpaksa pulang (sendiri).

Mejeng #4
Tunggangan kami.
 Sesampai di Pantai Klara (Kelapa Rapet) yang jarak tempuhnya sekitar 40an km ini, kami pun meminta izin pada pengawas pantai untuk mendirikan tenda dan menginap di pantai. Malam pun tiba, seketika keadaan pantai gelap gulita, gak ada listrik.

Dermaga Pantai Klara di Kala Senja
 Malam pun kami lewati dengan tenang hingga terbangun karena banyak penjaga pantai yang mulai bersih-bersih dan bersiap-siap untuk menyambut pengunjung berliburan. Kami pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan sampai ke markas marinir dan kembali lagi ke Bandar Lampung.

Laut jernih