Senin, 18 Agustus 2014

Mendaki Gunung Pesagi, Puncak Tertinggi Lampung

Masjid Bintang Mas dan Gunung Pesagi
 Salam lestari!

Setelah sekian lama lahir dan besar di tanah Lampung, akhirnya kesampaian juga buat mendaki puncak tertinggi di Lampung, gunung Pesagi. Gunung Pesagi (Gunung tak aktif 3,221 mdpl) adalah gunung tertinggi di provinsi Lampung yang terletak di kabupaten Lampung Barat (sekitar 1 jam dari kota Liwa via pekon Hujung, Belalau).

Setelah menyiapkan perlengkapan dan logistik yang dibutuhkan pada hari-hari sebelumnya, saya pun berangkat pagi jam 08.00, 16 Agustus bersama teman-teman mapala kampus: Wiwik, Aris dan Liana Tarigan menuju pos pertama. Untuk mencapai puncak Pesagi, kami pun mendakinya via desa Hujung, Belalau.

Setelah beberapa jam mendaki dengan lintasan yang cukup mudah, kami pun beristirahat di Pos IV yang juga merupakan tempat terakhir untuk mengambil air. Selesai beristirahat, kami pun melanjutkan pendakian. Jalur pendakian pun semakin berat, menanjak bahkan lebih curam. Kebanyakan lintasan yang kami lewati adalah akar pepohonan yang tertutup lumut serta pohon-pohon tumbang. Juga tak jarang kaki kami dihinggapi makhluk penghisap darah, pacet, hahaha.
"Take nothing but pictures. Leave nothing but footprints. Kill nothing but time."
Alhasil, setelah berjam-jam mendaki, kami pun sampai di puncak Pesagi, puncak tertinggi Lampung, pukul 16.30.

Kawan pendakian: Aris Abdullah, Wiwik Ariyanto dan Liana Tarigan
Top g. Pesagi
Mentari Indonesia yang ke 69 tahun
Narsis dulu :D
Upacara Memperingati Dirgahayu Indonesia ke 69 di puncak Pesagi
Bendera merah putih di puncak Pesagi
Menuruni curam
Pulang melintasi kebun kopi warga pekok Serungkuk
Desa Hujung dari gerbang rimba puncak Pesagi
Catatan: Untuk mencapai gunung Pesagi bisa dari pekon Sarhum, Bahway, Liwa dan pekon Serungkuk, Hujung, Kenali. Kurang lebih sekitar 6 jam perjalanan bisa di tempuh dari kota Bandar Lampung dengan menaiki bis jurusan kota Liwa (ada bis Sekala Brak, Usaha Muda, Ranau Wisata atau Parahiyangan - 50.000,-/orang) dari terminal bus Rajabasa.

Jumat, 15 Agustus 2014

Bersepeda dan Berkemah ke Pantai Klara


Haloha..
Ini kali pertama saya melewati hari lebaran di perantauan dan berkemah, hohoho.. seru bro!

Dermaga Pantai Klara di Pagi Hari


Kemah

Morning Fresh
Berawal dari ajakan kawan sepeda yang juga pemilik Burger Bakar Patty, bung Firmansyah buat gowes sambil kemah di tepi pantai, akhirnya pada hari lebaran ke-3 kami pun berangkat.

Mejeng, haha

Mejeng #2

Mejeng #3

Istirahat dulu
Awalnya kami berangkat dengan jumlah 4 orang, namun baru seperempat perjalanan, salah 1 kawan drop karena gak enak badan dan terpaksa pulang (sendiri).

Mejeng #4
Tunggangan kami.
 Sesampai di Pantai Klara (Kelapa Rapet) yang jarak tempuhnya sekitar 40an km ini, kami pun meminta izin pada pengawas pantai untuk mendirikan tenda dan menginap di pantai. Malam pun tiba, seketika keadaan pantai gelap gulita, gak ada listrik.

Dermaga Pantai Klara di Kala Senja
 Malam pun kami lewati dengan tenang hingga terbangun karena banyak penjaga pantai yang mulai bersih-bersih dan bersiap-siap untuk menyambut pengunjung berliburan. Kami pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan sampai ke markas marinir dan kembali lagi ke Bandar Lampung.

Laut jernih