Mendaki dan Melintasi Puncak Pesagi Lagi

Pekon Serungkuk
Tepat 2 minggu yang lalu kami mendaki puncak Pesagi (2.231 mdpl) lagi. Kali ini bersama 2 teman kuliah saya Ariswanto (sekarang sudah menjadi ketua Mapala dan menjadi pemimpin pendakian kami. baca dulu: Mendaki Gunung Pesagi, Puncak Tertinggi di Lampung) dan Okta (baru coba-coba naik gunung), serta seorang senior Mapala STKIP PGRI Bandar Lampung dan seorang siswa mapala yang sedang diberi pendidikan dasar. Perjalanan yang tepat, sebelum menghadapi perangkat pembelajaran untuk praktek mengajar di sekolah, hahaha

Kali ini kami mendaki -masih- melalui rute Serungkuk-Hujung dalam waktu tempuh lebih kurang 8 jam. Kami mendaki dalam kondisi masih musim kemarau panjang, sehingga sumber air yang kami lewati pun sedikit airnya yang mengalir, bahkan kami membuat stok air khusus hanya untuk di puncak dan pulang.

Setelah sampai di Puncak, kami tidak mendirikan tenda karena di sana telah tersedia gubuk  yang terbuat dari seng. Tak banyak kegiatan yang kami lakukan di puncak selain selinggoman piyu (selimutan/sarungan) karena sedang angin kencang, sambil marok (ngobrol) bersama seorang pendaki dari Kotabumi sambil memperhatikan bulan penuh dan lampu-lampu yang berkelap-kelip di bawah kami.

Seninnya (31/8) setelah puas menikmati matahari terbit dan berfoto ria, kami pun pulang melalui jalan belakang mushola, jalur Bahway. Ini adalah kali pertama kami menuruni puncak melalui jalur Bahway juga dengan informasi yang tidak memadai soal lintasan, kesulitan hingga sumber air.
Dan ternyata persediaan air kami kurang dari setengah liter!
Cukup?
Enggak!
Track Bahway di dominasi dengan jalur yang bagian kanan kirinya dibatasi tebing, sehingga kita berjalan sambil melihat indahnya pemandangan bumi Sekala Brak sampai ke danau Ranau dan Seminung-nya. Kami pun menuruni Pesagi perlahan tapi pasti dengan persediaan air yang sangat menipis. Kurang dari setengah liter buat 6 orang, cuy.
Tau bagaimana kami mengirit air kami?
Yak! Captain kami Aris membuat kebijakan, kami hanya dijatah minum air sebanyak 2 tutup botol.
Begitulah terus sampai kami menuruni puncak dan bertemu shelter post 3. Awal bertemu, senang sekali rasanya karena akhirnya bakal bisa melepas dahaga yang telah tertahankan selama 6 jam. Namun takdir berkata lain #tsaaah. Sumber air yang kami datangi, KERING! Akhirnya, kami pun terus berjalan turun tanpa air, hebat kan, hahaha. Banyak makanan tapi gak bisa apa-apa karena tetap butuh air.

Singkat cerita, setelah 2 jam turun tanpa air, akhirnya kami keluar dari gerbang rimba dan disambut oleh perkebunan kopi milik warga pekon Bahway, dan bersyukur pemilik kebun belum pulang dari kebunnya. Sehingga kami bisa meminta air untuk melepas dahaga kami dan menyelesaikan sisa perjalanan kami menuju pekon Sarhum Bahway.

Banyak sekali pengalaman yang telah kami dapatkan dari pendakian ini, dari bagaimana cara menghargai nikmat alam hingga rasa kekeluargaan. Beda perjalanan, beda pula pelajarannya.

Terima kasih Mapala STKIP PGRI Bandar Lampung, salam lestari!
Berikut foto perjalanan kami kali ini:

Kapan lagi bisa difoto, haha

Mendaki melewati perkebunan kopi warga Hujung

Beristirahat di Pos 4 Serungkuk

Aliran sungai yang tersisa di musim kemarau

Mengambil Wudhu

Sholat

Memanjat

Beristirahat sejenak

Matahari mulai terbit

Jajaran Bukit Barisan Selatan

Aris.. sedang sibuk menulis kata-kata buat seseorang, hahahay..

Panorama gunung Seminung (Lampung Barat) dan gunung Raya (OKU Selatan)

Cukup tangannya saja yang selfie

Batu Sambung

Menuruni lereng Pesagi

Menyusuri kebun kopi warga

Pekon Sarhum dari salah satu bukit di lereng Pesagi

Leader kami, Aris Wanto Abdullah
Wajah-wajah bahagia setelah menuruni Pesagi dengan air yang kurang dari cukup (np: kamera pinjaman)

Sampai di pekon Sarhum, Bahway, Liwa.

Komentar

  1. om, ada kontek beskem nya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, bisa hubungi saya via line: exaudiosiregar. Salam lestari! ;)

      Hapus
  2. Keren juga yah foto2nya. Kalau ada itenary nya dan catatan perjalanan lebih asik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak atas apresiasinya juga masukannya, kedepan bakal dibuat itenary-nya.
      Lestari! ;)

      Hapus
  3. bang bisa minta info jika mencari guide untuk pendakian ke pesagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dengan saya, atau anggota Mapala STKIP PGRI Bandar Lampung, tinggal pilih, hehe

      Bisa hubungi saya di line: exaudiosiregar. Salam lestari! ;)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer