Bercengkerama dengan Kera di Hutan Kera


Setelah beberapa hari ini membaca postingan blog sendiri, ternyata hampir 4 tahun saya tinggal di Bandar Lampung, tak ada postingan yang membahas tentang kota ini selain tentang pulau buatan yang menjadi sentra ikan asin di Bandar Lampung, Pulau Pasaran.


Sebenarnya ada beberapa tempat favorit di Bandar Lampung yang biasa saya kunjungi dengan atau tidak bersepeda ketika sedang suntuk di kostan atau perkuliahan, mungkin sendiri, atau bersama teman. Salah satunya adalah sebuah hutan kecil yang berada di tengah kota Bandar Lampung yang bernama Taman Wisata Hutan Kera Sumur Batu.

Para pengunjung yang sebagian besar merupakan warga sekitar.

Menyusu.
Berawal dari kumpul-kumpul bersama para penggiat bersepeda di car free day yang rutin diadakan setiap hari minggu di tugu Adipura, saya diajak kawan komunitas sepeda Semergou untuk bersepeda berkeliling kota yang ternyata melintasi hutan kera Sumur Batu beberapa tahun silam. Sejak itu, tempat ini pun menjadi opsi favorit saya untuk didatangi.

Mungkin penasaran, bel sepeda sempat dijilati.
Bagi saya hutan kera Sumur Batu adalah tempat terunik di kota Bandar Lampung. Kenapa? Berbeda dengan objek wisata alam kota Bandar Lampung lainnya yang banyak berada di pinggiran kota (seperti Lembah Hijau, Alam Wawai, Wisata Mall Bumi Kedaton, Taman Kupu-kupu Gita Persada, Tahura Wan Abdurrahman, Taman Wisata Kehati Batu Putu, dan apa lagi ya), hutan kera seluas lebih kurang 3 hektar ini berada di tengah-tengah padatnya kota Bandar Lampung. Keren kan?!

Awalnya malu-malu, akhirnya diambil juga.
Mirip dengan objek wisata Sangeh, Bali, di sini juga kita bisa berinteraksi langsung dengan ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) hanya dengan cukup melempar kacang, biji-bijian atau makanan di bawah pepohonan, tak lama, koloni kera liar yang sudah terbiasa dengan manusia itu pun langsung turun dan menghampiri kita dengan cekatan. Kalau lengah, semua kacang atau makanan yang dibawa pun bisa direbut dengan gesit oleh kera-kera tersebut. (hahaha, saya pernah).

Pertanyaan yang sering timbul ketika sadar akan tingkah kera-kera ini adalah, saya penasaran, selain makanan, udah pernah belum ya kera-kera ini mencuri kunci motor pengunjung? :D

Bersengkerama
Hutan kera Sumur Batu berada di sekitar komplek perkantoran Pemkot Bandar Lampung, tepatnya kurang dari 200 meter dari belakang dinas Kesehatan, letaknya sekitar 5 km dari tugu Adipura. Menuju hutan kera ini bisa ditempuh melalui Jl. Kesehatan, Pahoman, atau Jl. H. Juanda, Teluk Betung Utara.

Memberi makan kera

Sering dipanjati kera, banyak rumah dipasangi pagar kawat.
Tak jarang setiap sore banyak warga sekitar yang juga membawa anak-anaknya datang untuk sekedar menyaksikan kera-kera tersebut berkeliaran bebas di habitatnya. Menurut penduduk yang tinggal di sekitar hutan kera, sering kera-kera tersebut sering masuk ke rumah dan mencuri bahan pangan seperti beras, gula, dsb, hahaha, keren! Pernah juga banyak kera sejenis dilepaskan di hutan ini namun tak lama kera-kera baru tersebut mati karena diintimidasi oleh koloni kera yang sudah lama menempati hutan kota tersebut.

Jadi, bagaimana dengan kamu? Sudah pernah ke sini? Kalau belum, waktu yang pas untuk didatangi adalah sewaktu sore ya! ;)
Keluarga Kera

Komentar

  1. Itu ngga gigit keranya? Iiih saya mah takut dikejar monyet da. Btw, memang terkadang kita lupa yak berkunjung ke rumah sendiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak! kadang kita lupa buat berkuncung atau berbagi tentang rumah sendiri, pdhl bisa jadi hal itu unik bagi orang lain, hehehe, Aman kok mbak keranya, selama kita gak buat kera-keranya merasa terancam, mereka gak bakal gigit kok mbak, gak bahaya, apa lagi kalau sambil kita kasih makanan, malah makin ramah ;)

      Hapus
  2. Wah keranya akrab juga ya sama manusia, penasaran pulak dia pengen naik sepeda tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, kera-keranya udah terbiasa dengan manusia karena udah sering dikunjungi dan diberi makan :D

      Hapus
  3. Wah nemu blogger yang suka motret, keren keren gambar nya bang, walaupun objek nya sederhana. Itulah seninya :D

    Gue sih lumayan suka fotografi, tapi masih pemula pemula gitu, motret apa adanya, tapi emang ya yang awalnya cuman coba-coba, nanti bakalan jago kan. Iya kan? HAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, bisa saja itu, makasih ya udah mampir ;)

      Betul sekali kawan! Toh setiap orang hebat awalnya pemula kan, malahan awam. Dalam fotografi juga yang utama bukan soal kameranya, yang penting ada dulu, soal bagus atau enggak, hasil kan bergantung sama yang megang kameranya kan. Iya kan? hahaha

      Hapus
  4. Ga kebayang deh kalo kunci motor diambil sama kera, bakal repot ngejernya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuah, horor banget pokoknya, harus jago rayu keranya biar mau turun balikin kunci atau gak bisa pulang bawa motor lagi :D

      Hapus
  5. Dulu pernah dikroyok kera di Ubud. Trauma skarang klo liat kera 😭😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaaah, serem juga ya. Sebenarnya cara supaya gak gak dikeroyok harus bawa banyak makanan, pasti nanti mereka nurut :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer