Sendra Tari Topeng Sekura: Beguai Jejama

Sekilas Tentang TOPENG SEKURA

dalam pandangan secara umum kegiatan ini hampir sama dengan pentas theatre luar ruang dengan pelaku adalah masyarakat, dimana gambaran kegiatan budaya ini adalah identik dengan kemenangan, kebebasan dan kegembiraan sebagai ungkapan jiwa manusia untuk berkreasi dan berekspresi.

Sekura merupakan bentuk budaya asli masyarakat lampung, sebagai sarana silaturahim yang sifatnya hiburan dan sebagai suatu kebiasaan, tradisi atau adat atau kebudayaan yang telah ada sejak zaman leluhur dan bertahan dan menyebar bahkan menyatu dengan jiwa masyarakat.

Sekura dalam kebudayaan ini artinya topeng/penutup wajah (menutup wajah) atau merubah penampilan yang menggambarkan berbagai bentuk sifat dimuka bumi ini tapi dalam pesta sekura ini penggambarannya adalah suasana kegembiraan dan kebebasan berkreasi dan berekspresi dalam kebersamaan berkelompok.

Pesta Budaya Sekura secara definisi merupakan perayaan dan atau ungkapan kegembiraan masyarakat secara bersama-sama dengan bertopeng (menutup wajah) dan merubah penampilan sedemikian rupa yang sifatnya menghibur serta bertujuan utama bersilaturahim yang berpuncak pada panjat pinang secara berkelompok dengan sistim beguai jejama (gotong royong).

Sekura secara teknis dibagi 2 kelompok :
SEKURA BETIK (Helau), penampilannya helau (indah) lucu, bersih dan sifatnya sebagai penghibur, dengan menggunakan kaca mata dan semua kostum dari kain panjang dan biasanya penutup kepala menggunakan selindang miwang (kain khas sebutan masyarakat Lampung Barat), sekura betik labih mengarah pada menghibur penonton dengan tingkah mereka yang bebas berekspresi, sekura betik tidak berhak mengikuti panjat pinang, hanya sebagai penggembira.
SEKURA KAMAK (kotor), memiliki penampilan kotor, ini adalah kelompok inti, bisa disebut sebagai “jawara”. Kamak (kotor) adalah ciri sekura ini yaitu dari bahan-bahan alami (tumbuh-tumbuhan) yang membaluri tubuh mereka yang akan menjadikan penampilannya menjadi lebih unik dan kotor dengan pakaian aneh dan lucu. Sekura kamak berhak memanjat pinang yang telah ditentukan, untuk bersaing dan bekerjasama dalam berkelompok untuk mencapai puncak dan menjadi jawara/pemenang.
Sendra Tari Topeng Sekura "Beguai Jejama" diadakan pada tanggal 18 Juli 2011 bertempat di Canggu, Batu Brak.
Perempuan pembawa pahakh (wadah makanan)
Meghanai (bujang)
Muli (Gadis)
Sekura kamak
Sekura betik


Sekura kamak cakak buak
Penabuh gendang yang energik


Bu Budi Winarni bersama Pak Wakil Bupati Lampung Barat, Dimyati Amin

Komentar

  1. Aku suka blognyaa,share tentang budaya Lampung😍😍 banyak-banyak kasih info tentang Lampung ya Mr!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer